Kamis, 02 Juni 2016

Penggunaan Backdoor

Dalam film Ghost yang telah saya lihat ada beberapa aplikasi yang telah digunakan, dan juga ada beberapa sistem yang telah dipakai yaitu Backdoor, sebuah mekanisme yang memungkinkan akses ke sistem, aplikasi, atau jaringan melewati prosedur otentikasi normal.

Backdoor pada awalnya dibuat oleh para programer komputer sebagai mekanisme yang mengizinkan mereka untuk memperoleh akses khusus ke dalam program mereka, seringnya digunakan untuk membenarkan dan memperbaiki kode di dalam program yang mereka buat ketika sebuah crash akibat bug terjadi. Salah satu contoh dari pernyataan ini adalah ketika Kenneth Thompson (salah seorang pemrogram sistem operasi UNIX membuat sebuah program proses login pada tahun 1983 ketika memperoleh Turing Award), selain program login umum digunakan dalam sistem operasi UNIX dengan menggunakan bahasa pemrograman C, sehingga ia dapat mengakses sistem UNIX yang berjalan di dalam jaringan internal Bell Labs. Backdoor yang ia ciptakan itu melindungi dirinya dari pendeteksian dan pembuangan dari sistem, meskipun pengguna berhasil menemukannya, karena memang backdoor ini membuat dirinya sendiri kembali (melakukan rekompilasi sendiri).

Beberapa pengembang perangkat lunak menambahkan backdoor ke dalam program buatannya untuk tujuan merusak (atau tujuan yang mencurigakan). Sebagai contoh, sebuah backdoor dapat dimasukkan ke dalam kode di dalam sebuah situs belanja online (e-commerce) untuk mengizinkan pengembang tersebut memperoleh informasi mengenai transaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual, termasuk di antaranya adalah kartu kredit.


Cara kerja backdoor
Sesuai namanya cara kerja backdoor cukup sederhana, yaitu dengan cara membukakan pintu belakang dan yang pasti secara diam-diam, pintunya biasanya berupa port, backdoor akan menanti si pembuat backdoor tersebut datang (menghubunginya). Apabila sang pembuat backdoor datang maka backdoor akan membukakan pintu lalu mempersilahkannya masuk dan melindunginya dari pengawasan keamanan, tentu setelah itu hacker (si pembuat backdoor) dapat melakukan apa saja yang dia inginkan dengan leluasa. sangat mengerikan!!
Dalam pemrograman jaringan biasanya dibutuhkan yang namanya socket, socket disini maksudnya bukan socket pada jenis-jenis prosesor kayak socket-A, socket 393 atau socket AM2, tapi socket sebagai obyek untuk melakukan pertukaran data (packet) secara byte per byte. begitu juga backdoor, dia juga membutuhkan socket untuk mewujudkan komunikasi.

Pada pembuatan backdoor kita harus membuat dua socket, kenapa dua? karena socket tersebut adalah penghubung, misal jika kita ingin ngobrol jarak jauh kita harus pake telpon, si A menelpon si B, maka socket itu bisa kita asumsikan sebagai telpon, dan tidak mungkin komunikasi akan terjadi apabila telponnya cuma satu (cuma si A yang punya telpon), begitu juga dengan socket harus ada dua, yang satu untuk backdoor (server) dan satunya lagi untuk si pembuat backdoor (client).